Pages

Powered by Blogger.
 
Showing posts with label Matchday 1 Grup B. Show all posts
Showing posts with label Matchday 1 Grup B. Show all posts
Sunday, June 20, 2010

Argentina v Nigeria, Matchday 1 Grup B


 
[ Sabtu, 12 Juni 2010 ]
Reputasi dan Nama Besar Tim Tango Dipertaruhkan
Argentina v Nigeria, Matchday 1 Grup B

JOHANNESBURG - Perjalanan Argentina menuju putaran final Piala Dunia 2010 terseok-seok. Bahkan, mereka nyaris gagal melewati babak kualifikasi Piala Dunia 2010 Zona CONMEBOL. Namun, pada pertandingan pemungkas kualifikasi, Tango -julukan timnas Argentina- berhasil merebut posisi empat besar atau peringkat akhir lolos otomatis dari Zona CONMEBOL.

Meski perjalanan menuju Afrika Selatan tersendat, nama Argentina tak terhapus dari daftar unggulan. Pertimbangannya jelas. Argentina yang kini ditangani Diego Maradona tak pernah kehabisan stok pemain bintang. Lionel Messi, Gonzalo Higuain, Diego Milito, dan Carlos Tevez merupakan jaminan bahwa Argentina layak diperhitungkan di ajang itu. Reputasi Argentina pun sudah mendunia. Pasalnya, mereka dua kali menjadi jawara (1978 dan 1986).

Nah, reputasi dan nama besar Tango akan dipertaruhkan malam nanti. Mereka akan ditantang Nigeria (siaran langsung RCTI pukul 21.00 WIB). Maradona optimistis anak asuhnya bisa melewati rintangan awal penyisihan grup. Alasannya, skuad Argentina dihuni pemain yang mayoritas moncer di level klub.

Pahlawan Tango di Piala Dunia 1986 itu yakin, performa menawan pemainnya di level klub akan berlanjut di Piala Dunia. Termasuk, Lionel Messi yang disebut-sebut bakal bersinar di Afsel.

"Messi adalah pemain terbaik dunia. Ketika dia menguasai bola, kami punya lebih banyak kemungkinan (untuk menang)," ujar Maradona sebagaimana dilansis Reuters.

"Puji syukur kepada Tuhan karena Messi dilahirkan sebagai orang Argentina. Kami haus gelar juara. Saya melihat, saat ini situasinya sama dengan Piala Dunia 1986. Meski Messi datang dengan situasi yang lebih baik daripada yang saya rasakan pada 1986," lanjut dia.

Messi adalah pemain terbaik dunia 2009. Pemain 22 tahun itu menjadi top scorer Liga Primera dengan 34 gol pada musim 2009-2010. Secara keseluruhan, Messi mengemas 47 gol di pentas Eropa.

Namun, torehan bersama klub itu berbeda dengan performanya bersama timnas. Dalam 44 kali main, Messi baru bisa mencetak 13 gol. Penampilan yang njomplang itu membuat sebagian suporter Argentina geram. Mereka menghujat pemain yang disebut-sebut sebagai titisan Maradona tersebut.

Sorotan itu disadari Messi. Tapi, pemain bertinggi 169 sentimeter tersebut menanggapinya dengan santai. "Kritik itu sama sekali tidak menyakiti perasaan saya. Saya tidak akan berubah. Saya tetap akan main dengan gaya yang sama. Saya harap bisa melakukan apa yang saya lakukan bersama Barcelona di timnas Argentina," ujar Messi.

Menghadapi Nigeria nanti malam, Argentina akan tampil ofensif. Itu terlihat dengan keputusan Maradona yang akan memainkan tiga penyerang sekaligus. Selain Messi, dua striker lainnya adalah Gonzalo Higuain dan Carlos Tevez. "Carlitos -sapaan Carlos Tevez- tidak bisa dilupakan dari tim. Dia idola rakyat Argentina," ujar Maradona kepada TyC Sports.

Nigeria harus bekerja lebih ekstra untuk membendung Argentina. Selain reputasi yang kalah moncer, kekuatan tim Elang Super -julukan Nigeria- tereduksi dengan mundurnya John Obi Mikel karena cedera.

"Dia pemain terbaik di tim kami. Kehilangan dia adalah kerugian besar. Tapi, kami masih punya banyak pemain berkualitas," kata striker Yakubu Aiyegbeni kepada Reuters.

"Kami tidak tertekan. Argentina adalah tim bagus. Tapi, kami akan menjalani pertandingan dengan enjoy," lanjut dia. (ali/c8/bas)

Di Atas kertas

Argentina unggul di semua lini. Mayoritas pemain Argentina juga sudah teruji tampil di pertandingan-pertandingan penting. Tapi, Nigeria juga akan tampil penuh motivasi karena Piala Dunia kali ini berlangsung di Afrika.

 
HALAMAN KEMARIN
Saturday, June 19, 2010

Korea Selatan v Yunani, Matchday 1 Grup B

Korsel Harus Rebut Modal Awal
Korea Selatan v Yunani, Matchday 1 Grup B

PORT ELIZABETH - Korea Selatan (Korsel) menjadi tumpuan Asia di Piala Dunia 2010. Sebab, skuad Negeri Ginseng itu merupakan tim yang paling sukses di ajang tersebut. Korsel sudah tujuh kali merasakan atmosfer Piala Dunia. Mereka bahkan pernah menembus fase semifinal di Piala Dunia 2002.

Tapi, kans untuk mengulang prestasi manis 2002 terasa cukup berat. Jangankan dapat menembus semifinal, bisa melewati fase penyisihan grup saja sudah bagus. Pasalnya, di grup B, Korsel bergabung dengan Argentina, Nigeria, dan Yunani.

Namun, Korsel pantang diremehkan. Mereka bertekad untuk melangkah sejauh-jauhnya di turnamen ini. Karena itu, mereka akan all-out untuk merebut modal awal saat menghadapi Yunani di Stadion Nelson Mandela, Port Elizabeth, petang nanti (siaran langsung Global TV pukul 18.30 WIB).

Korsel punya bekal positif dalam melakoni laga perdananya di Afsel. Beberapa pemain bintang yang sebelumnya cedera kini sudah pulih dan siap tempur. Di antaranya, striker Lee Dong-gook dan kapten Park Ji-sung. Dua pemain itu pulih dari cedera hamstring.

Bekal positif lainnya adalah performa yang stabil. Korsel tidak terkalahkan selama babak kualifikasi dan tampil cemerlang di partai uji coba. Mereka, antara lain, mengalahkan Pantai Gading, Ekuador, dan Jepang. Di laga paling akhir, skuad besutan Huh Jung-moo itu sempat merepotkan jawara Eropa Spanyol dan hanya kebobolan satu gol lewat aksi Jesus Navas ketika pertandingan sudah memasuki menit ke-86. Padahal, di laga itu, Korsel tidak tampil komplet dan bermain di kandang lawan.

Sementara itu, Yunani tampil tertatih-tatih selama kualifikasi. Skuad besutan Otto Rehhagel itu baru bisa memastikan satu tiket ke putaran final lewat babak playoff dengan melawan Ukraina. Torehan selama pertandingan pemanasan juga buruk. Dari tiga kali uji coba di kandang sendiri, Yunani kalah dua kali dan seri sekali. "Di mata kami, pertandingan melawan Yunani adalah yang paling penting di fase penyisihan grup. Jika berhasil menang, kami punya kans tampil beda saat melawan Argentina dan Nigeria," tandas defender Lee-Young-Pyo seperti dilansir situs FIFA.

Sementara itu, pelatih Yunani Otto Rehhagel menyadari kondisi timnya. Pelatih asal Jerman tersebut mengingatkan pemainnya agar tidak meremehkan lawan. "Negara seperti Korsel punya spirit tim dan semangat bertanding yang hebat. Kami tidak akan mengecewakan rakyat Yunani. Pemain tidak boleh menganggap mereka sebagai salah satu tim terbaik dunia. Tidak boleh sama sekali," tegasnya. (ali/c10/bas)

Di Atas kertas

Kedua tim belum pernah bertemu. Namun, Korsel lebih percaya diri karena beberapa pemain kunci yang sebelumnya cedera sudah membaik. Di kubu Yunani, dalam tiga pertandingan uji coba sebelum terbang ke Afsel tak sekalipun berhasil meraih kemenangan ( dua kali kalah dan sekali seri).

Updates Via E-Mail

Labels